“Mister, mau ndak Bermain Catur sama aku?” tanya seorang murid suatu siang. Pak Guru baru saja menuntaskan isi bekal. Pertanyaan itu lebih berbunyi menantang alih-alih menawarkan.
Siang-siang main catur…? Bahkan, murid menantang gurunya main catur…?
Bukannya takut, sempat terbersit ragu dalam benakku. Bukan apa-apa, kalau aku menang muridnya kasihan. Minder nanti, hehe…
Murid yang Membawa Catur Tidak bisa Main Catur
Di era digital sekarang, banyak orang tua maupun guru mengeluhkan anak sekolah yang kecanduan game online maupun aplikasi di medsos, dari Instagram, Facebook, sampai Tiktok. Maka, jika ada murid yang membawa mainan tradisional ke sekolah, itu adalah hal yang positif. Asalkan tidak dimainkan di jam pelajaran ya!
Seorang murid yang hobi menggambar anime membawa catur ke sekolah. Padahal, dia tak bisa main catur. Perempuan lagi. Alhasil, teman-temannya laki-laki yang menikmati fasilitas papan catur gratis.
Kalau jam istirahat, sudut kelas menjadi kerumunan bak bapak-bapak main catur di pos ronda. Yang main dua orang dengan jidat berkerut. Yang menonton lebih heboh dari komentator pertandingan sepak bola antar-kampung.
“Itu maju ke sini!… Ini mundur dua langkah!…” Murid lain yang tidak menonton tapi mendengar komentar itu ikut jengkel. Yang sedang main makin jengkel. Berisik! Itulah anak-anak.
Manfaat Main Catur
Rupanya, mengatur langkah dan strategi bidak-bidak catur ini memberi banyak manfaat, meski terkesan membuang waktu bagi yang tidak suka main catur. Mantan presiden Indonesia juga terkenal sebagai pecatur ulung dengan mengerahkan keluarga dalam jabatan di pemerintahan, bukan?
Meringkas dari beberapa referensi, bermain catur memberi banyak manfaat. Meningkatkan memori dan kreativitas, membangun perencanaan yang lebih baik, membantu terapi bagi pasien tertentu, mengasah fokus, mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, membuat berani mengambil keputusan, serta mampu memperhitungkan risiko.
Guru Ditantang Main Catur
Seorang murid menghampiriku di meja guru saat makan siang. Bukan untuk bertanya tentang pelajaran atau siaran pertandingan piala dunia. Melainkan ajakan, bagiku tantangan, untuk bermain catur melawannya.
Eh, dikira gurunya kurang kerjaan apa…? Meski sempat ragu, untuk menghargai niat si murid, aku terima tantangannya. Aku punya waktu sekitar 25 menit sebelum waktu istirahat berakhir.
Aku pernah belajar catur otodidak waktu masih usia SD. Oleh anak tetangga yang lebih tua, aku pernah dibantai dengan kolaborasi ratu dan menteri dengan menggerakkan pion di C2 dan G2. Hanya dalam beberapa langkah, skak mat. Aku kalah.
Murid di depanku ini, nampaknya memakai cara yang sama. O, tidak bisa muridku… Kamu salah memilih lawan main.
Tak ubahnya Bapak-Bapak nongkrong di pos ronda meski tidak jadwalnya meronda. Tak beda dengan Emak-Emak mengerubungi tukang sayur keliling pagi-pagi, padahal cuma beli cabe seperempat atau kol separo. Murid-murid lain yang tidak main tak terima hanya jadi penonton. Mereka menjadi komentator bahkan “diktator” yang mengarahkan temannya untuk menggerakkan bidak semau mereka. Menyebalkan.
Pemain hanya perlu melakukan pendaftaran slot terlebih dahulu sebagai syarat penting untuk mendapatkan satu akun yang nantinya akan digunakan untuk memainkan permainan judi slot online terbaik yang ditawarkan oleh situs slot Gacor terpercaya FUJIPLAY88.Layanan pendaftaran slot disediakan 24/7 nonstop oleh situs judi slot terpercaya kami, sehingga setiap calon member dapat dengan mudah melakukan pendaftaran akun kapan saja FUJIPLAY88. Pemain juga bisa mendapatkan keuntungan dari daftar slot terpercaya yang mungkin sulit ditemukan di situs judi slot lainnya. Berikut beberapa cara daftar slot yang mudah dan aman melalui situs slot online terpercaya di Indonesia FUJIPLAY88.