City butuh kiper bukan eksperimen : Saat Trafford gagal, Donnarumma menanti

Sabtu akhir pekan lalu terlihat Pelatih City, Pep Guardiola tertunduk lesu di barisan kursi kepelatihan The Citizens. Bagaimana tidak, tim besutannya sudah tertinggal 2-0 bahkan sebelum peluit tanda jeda babak dibunyikan. Ironisnya, kedua gol yang bersarang merupakan andil dari ketidakcekatan sang penjaga gawang. James Trafford, yang baru didatangkan dari Burnley memang kembali dipercaya tuk mengisi pos nomor satu, meninggalkan Ederson yang harus menghangatkan bangku cadangan. Tampil heroik dengan 3 penyelamatan dan cleansheet saat bersua Wolves, nyatanya tak bisa terulang kala menjamu Spurs di Etihad. Sang kiper jebolan akademi ini tak bisa menghalau sepakan jarak dekat Brennan Johnson yang berbuah gol pertama dan tentu saja, keragu-raguannya ketika memainkan bola di kotak penalti sendiri yang mampu segera dikonversi Joao Palhinha untuk gol kedua. Meski sebenarnya bisa menghasilkan 3 saves, nyatanya momen gol kedua seolah mempertegas bahwa klub biru langit ini betul-betul butuh penjaga gawang kelas atas yang “minimal” punya penyelamatan yang lebih mumpuni.

Sejak musim lalu City cukup sering dikritik karena mengalami hasil minor meski mendominasi laga. Hal ini selain disebabkan karena absennya Rodri yang membuat lini belakang agak kewalahan, melainkan juga andil dari penjaga gawang yang seperti “mudah” dibobol dengan sekali dua kali tembakan, atau kalau netizen bilang “One Shoot, One Goal”. Ederson dan Ortega yang bergantian bermain kini dianggap titik lemah City hingga puncaknya saat pagelaran Club World Cup juni lalu, The Citizens harus pasrah dipermalukan Klub Saudi Al Hilal, dengan gol-gol yang nampaknya bisa dengan mudah dihalau bila kipernya Donnarumma.

Gianluigi Donnarumma, kiper Italia kelahiran 1999 ini mengawali karir di AC Milan dan perlahan mentas menjadi suksesor Gianluigi Buffon. Berperawakan tinggi besar, kiper satu ini baru saja meraih treble prestisius nya bersama PSG, tim terakhir yang justru mendepaknya. Meski menjadi kandidat terkuat peraih Yashin Trophy tahun ini, tak menggaransi posisi Donnarumma di kubu les parisien. Ketidakcocokan skema permainan dengan Luis Enrique disinyalir menjadi aral yang menghalangi bertahannya Donnarumma di Paris.

Meski tak sejago Ederson dalam hal Open Play, Donnarumma dikenal kuat dalam reflek dan antisipasi Shot jarak jauh maupun dekat, sebuah ketangguhan yang dibutuhkan City, terlebih Donnarumma terkenal tak takut berduel dengan striker-striker yang merangsek masuk dalam posisi 1 vs 1. Harga yang tak terlampau mahal, sekitar 30-35 juta pounds tentu bukan halangan buat City mendatangkan Donnarumma. Kabar terbaru yang berseliweran, pihak Gigio sudah sepakat secara personal dengan kubu The Citizens. PSG pun sudah menurunkan harga yang semula menyentuh angka 50 juta. Namun meski begitu, penjualan Ederson, yang dikaitkan dengan Galatasaray harus juga terealisasi agar transfer ini bisa benar-benar terwujud. Maklum saja, formasi Kiper City saat ini cukup gemuk dengan adanya Ederson, Ortega serta dua kiper baru Trafford dan Bettinelli.

Tinggalkan Balasan