Game Roblox sebagai Ruang Sosial Baru : Dinamika Komunikasi Antar Pemain Game Online

Dahulu, bermain Game Roblox sering dipandang sebagai kegiatan pribadi semata dan hanya untuk bersenang-senang. Namun kini, lanskap sosial di dunia digital telah mengalami perubahan besar. Game telah bertransformasi menjadi ruang sosial baru  bagi individu untuk berinteraksi, berjejaring, dan membentuk identitas diri.

Fenomena itu paling jelas terlihat dalam ekosistem Roblox, sebuah platform game online yang kini per Februari 2025 sudah memiliki 85,3 juta pengguna aktif harian (Wikipedia, 2025). Roblox adalah platform game berbasis komunitas yang sangat populer di kalangan pengguna dari berbagai kelompok usia (Suryono, 2025). Roblox sebagai platform permainan daring sekaligus sistem pengembangan game yang berfokus pada konten buatan pengguna, atau yang secara resmi disebut sebagai “pengalaman.” Melalui aplikasi Roblox Studio, siapa pun dapat menciptakan permainan sendiri, kemudian membagikannya agar dapat dimainkan oleh pengguna lain. Jenis permainan di Roblox sangat beragam, mulai dari permainan peran (role-playing games) hingga permainan bertema pelarian dari penjara dan berbagai genre lainnya. Platform ini dirancang untuk ramah keluarga dan sering digambarkan sebagai permainan daring multipemain masif (MMO).

Ruang Sosial Virtual: Antara Dunia Main dan Dunia Nyata

Dalam Roblox, komunikasi adalah pusat dari seluruh aktivitas. Pemain tidak hanya bermain, tetapi juga bernegosiasi, berkoordinasi, dan berinteraksi sosial dalam bentuk teks, suara, atau ekspresi avatar.

Riset (Putra, D. Y., & Achmad, 2022) menunjukkan gamer online menganggap interaksi sosial sebagai motivasi utama bermain. Pada tahun 2024, Roblox telah mencapai sekitar  lebih dari 32 juta pengguna berusia 13 tahun ke bawah, sementara sekitar 44,9 juta pengguna berusia di atas 13 tahun. Rata-rata, setiap pengguna menghabiskan waktu sekitar 2,4 jam per hari untuk bermain di platform ini

Dengan kata lain, Roblox berfungsi layaknya laboratorium sosial digital tempat pemain mempraktikkan interaksi, kepemimpinan, hingga negosiasi, tanpa risiko nyata yang sering menekan komunikasi di dunia offline. Dalam game online Roblox, anak-anak tidak sekadar bermain, tetapi juga belajar meniru pola komunikasi pemain lain, menyerap berbagai istilah baru, serta berinteraksi dengan norma-norma sosial yang berlaku di dunia virtual tersebut

Roblox menunjukkan bahwa permainan daring tidak sekadar menjadi hiburan di dunia virtual semata. Melalui platform ini, pengguna dapat membangun hubungan sosial meskipun tanpa interaksi langsung, serta memiliki kebebasan tak terbatas untuk menyalurkan kreativitasnya.

Komunikasi dalam Roblox menciptakan bahasa dan budaya sendiri. Penelitian dari Hasanah & Aprilia (2024) menunjukkan bahwa game virtual punya pengaruh besar terhadap munculnya bahasa slang di kalangan pemainnya. Slang nggak cuma jadi cara buat ngobrol, tapi juga jadi tanda kebersamaan dan identitas komunitas game. Karena sering berinteraksi di dunia virtual, para pemain jadi cepat menciptakan dan menyebarkan istilah-istilah baru. Jenis slang yang muncul pun beda-beda, tergantung jenis game yang dimainkan. Ini menujukkan bahwa dunia digital punya peran penting dalam perkembangan bahasa dan gaya komunikasi anak muda zaman sekarang.

Ungkapan seperti “tp pls,” “reset dulu,” atau “trade legit ya” menjadi bagian dari kode sosial yang hanya dipahami komunitas dalam game. Bahasa ini berfungsi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga penanda identitas kelompok siapa yang “paham dunia Roblox” dan siapa yang masih “newbie.”

Namun, dinamika komunikasi dalam ruang ini tidak selalu ideal. Studi dari Ichsani, (2024) menunjukkan adanya hubungan kuat antara konformitas dan perilaku verbal abuse pada remaja yang bermain game online. Artinya, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan bermain dapat mendorong munculnya perilaku kasar secara verbal. Sementara itu, pengaruh regulasi emosi terhadap verbal abuse ditemukan relatif lemah. Hasil ini menegaskan bahwa remaja yang kesulitan mengendalikan emosinya cenderung kehilangan kontrol diri, sehingga lebih mudah terlibat dalam perilaku agresif, termasuk dalam bentuk kekerasan verbal saat bermain game

Trashtalking dalam game online sering muncul sebagai bentuk luapan emosi yang dialami para pemain, terutama saat bermain dalam satu tim. Perilaku ini biasanya dilakukan melalui fitur chat atau voice yang disediakan dalam permainan. Salah satu penyebab trashtalking marak terjadi adalah karena kurangnya sanksi tegas dari pihak pengembang game, sehingga pelaku tidak merasakan efek jera. Fenomena ini tidak hanya ditemukan pada pemain dewasa, tetapi juga pada anak-anak di bawah umur yang aktif bermain game online. Akibatnya, tindakan seperti cyberbullying semakin sering terjadi dan dianggap hal yang wajar dalam interaksi sosial mereka. Tetapi menriknya, trashtalking telah menjadi bagian yang lumrah di dunia game online, hingga menggeser makna awal dari fitur komunikasi yang seharusnya digunakan untuk kerja sama dan sportivitas antar pemain

CERI188 bermitra dengan beberapa penyedia game besar untuk menyediakan pilihan game terbaik bagi para pemain. Dari tema permainan klasik hingga modern, ada banyak pilihan seru untuk dimainkan.

CERI188 juga menawarkan bonus dan promosi menarik kepada pemain. Kami tidak hanya menawarkan bonus anggota baru kepada anggota baru, tetapi kami juga menawarkan promosi mingguan atau bulanan yang dapat meningkatkan peluang anda untuk memenangkan hadiah besar.Dengan segala fitur hebatnya tersebut, tidak heran jika CERI188 menjadi salah satu permainan online populer di Indonesia. Jadi tunggu apa lagi? Bergabunglah sekarang dan nikmati pengalaman judi online terbaik hanya di CERI188!

Tinggalkan Balasan