Kenapa industry game sebentar lagi akan di kuasi oleh china dan korea

Kenapa Industri Game Sebentar Lagi Akan Dikuasai oleh China dan Korea.Sebagai gamer, ada rasa kesal sekaligus miris melihat arah industri game belakangan ini. Bukannya semakin fokus pada kualitas gameplay, inovasi mekanik, atau cerita yang kuat, justru banyak developer barat yang sibuk dengan agenda “woke” dan praktik kapitalisme berlebihan. Alhasil, produk yang lahir sering terasa hambar, lebih mementingkan citra politik ketimbang memberikan pengalaman bermain yang benar-benar seru.

Di sisi lain, developer Jepang — yang dulu jadi raksasa penggerak industri — kini terlihat terlalu nyaman di zona amannya sendiri. Mereka masih mengandalkan formula lama, enggan keluar dari pola RPG klasik, JRPG turn-based, atau desain khas yang itu-itu saja. Tentu ada beberapa pengecualian yang bagus, tapi secara garis besar, Jepang tampak kehilangan agresivitasnya dalam bersaing di pasar global.

Lalu muncul dua kekuatan baru: China dan Korea Selatan.
China dengan kekuatan finansial dan basis pasar domestik yang luar biasa, mampu menggelontorkan dana besar untuk mengembangkan game yang secara teknis dan visual bersaing di level tertinggi. Bahkan dengan regulasi ketat di dalam negeri, developer China masih bisa mendominasi pasar internasional lewat judul-judul mobile maupun PC yang cepat viral.

Korea Selatan, dengan tradisi panjang di dunia online game dan eSports, kini semakin matang. Mereka tak hanya jago bikin MMO, tapi juga mulai masuk ke ranah konsol dan multiplatform dengan kualitas grafis serta presentasi yang menyaingi barat. Mereka mengerti kebutuhan gamer modern: kompetitif, sosial, dan selalu ada update konten yang bikin pemain betah.

Sementara barat sibuk pamer politik identitas dan Jepang sibuk bernostalgia dengan kejayaan masa lalu, China dan Korea dengan tenang membangun ekosistem:

Tim developer yang disiplin dan efisien.

Dukungan pemerintah atau investor besar.

Strategi global yang jelas.

Mereka tahu pasar butuh apa, dan mereka menyediakannya tanpa banyak basa-basi.

Kalau tren ini terus berlanjut, bukan hal aneh kalau dalam 5–10 tahun ke depan, dominasi industri game dunia benar-benar berpindah ke Asia Timur — bukan Jepang, tapi China dan Korea. Dan kita, sebagai gamer, hanya bisa berharap agar developer barat dan Jepang segera bangun dari tidurnya, berhenti terlalu sibuk dengan agenda di luar gameplay, lalu kembali pada tujuan utama: membuat game yang menyenangkan untuk dimainkan.

Tinggalkan Balasan