Belakangan, kabar mengenai rencana Larangan Roblox di Indonesia menjadi sorotan publik, terutama para orang tua dan anak-anak yang gemar memainkan game tersebut. Banyak pihak pro dan kontra bermunculan. Di tengah polemik ini, psikolog anak menilai bahwa isu pelarangan game sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi larangan semata, tetapi juga dari dampak psikologis dan pola bermain anak.
Mengapa Roblox Jadi Sorotan?
Roblox dikenal sebagai salah satu game online populer yang memungkinkan pemain membuat dunia virtual sendiri sekaligus berinteraksi dengan pemain lain. Game ini dimainkan oleh jutaan anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Namun, di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran terkait:
Konten yang tidak selalu sesuai usia anak
Risiko pergaulan bebas di ruang obrolan (chat room)
Potensi kecanduan bermain game
Munculnya transaksi dalam game (microtransaction) yang bisa memicu masalah keuangan keluarga
Kata Psikolog tentang Dampak Roblox
Menurut sejumlah psikolog, game seperti Roblox tidak selalu buruk jika dimainkan dengan pengawasan dan batasan waktu yang jelas. Namun, jika dibiarkan tanpa kontrol, anak bisa mengalami beberapa dampak:
Kecanduan Game
Anak cenderung sulit melepaskan diri, mengorbankan waktu belajar, tidur, hingga aktivitas sosial di dunia nyata.
Gangguan Emosi dan Sosial
Interaksi dengan pemain lain berisiko menimbulkan konflik, cyberbullying, hingga perasaan minder jika tidak punya item virtual tertentu.
Bahaya Eksposur Konten Tidak Pantas
Karena Roblox memungkinkan pemain membuat dunia virtual bebas, anak berpotensi terpapar konten yang belum sesuai usianya.
Pengaruh Finansial
Banyak anak tanpa sadar melakukan pembelian item berbayar. Hal ini bisa menjadi beban bagi orang tua jika tidak diawasi.
Apakah Larangan Solusi Tepat?
Psikolog menilai larangan total bisa menimbulkan efek samping. Anak mungkin justru beralih ke game lain dengan risiko serupa, atau mencari cara ilegal untuk tetap bermain.
Solusi yang lebih efektif adalah:
Edukasi Digital Sejak Dini — ajarkan anak tentang bahaya dan cara sehat bermain game.
Pengawasan Orang Tua — atur jadwal bermain, gunakan fitur parental control, dan dampingi anak.
Keseimbangan Aktivitas — arahkan anak untuk tetap beraktivitas di luar dunia digital, seperti olahraga atau hobi kreatif.
Kesimpulan
Polemik larangan Roblox sebaiknya tidak dilihat dari hitam-putihnya saja. Game online seperti Roblox bisa berdampak baik maupun buruk, tergantung pada cara anak bermain dan seberapa besar pengawasan orang tua.