Sungguh memalukan, perjalanan Manchester United di ajang “Piala Kebo” (Carabao Cup) harus terhenti di babak kedua setelah Emyu dikalahkan tim League Two (divisi empat) Grimsby Town melalui babak adu penalti. Bertandang ke Blundell Park, markas Grimsby, Emyu justru tertinggal dua gol lebih dahulu, buset!
Pada menit ke-22, dari sisi kiri MU, Burns melepaskan umpan silang kepada Vernam yang berdiri bebas. Sekali kontrol, Vernam kemudian melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat yang tak bisa dihentikan Onana. Padahal Onana berdiri sangat dekat dengan tiang dekat, buset.
Pada menit ke-30, Blundell Park, stadion berkapasitas 9.000 orang itu kembali bergemuruh. Memanfaatkan kemelut di depan gawang MU selepas korner, Warren lalu menyambar bola liar dengan menjebol gawang Onana untuk kedua kalinya.
Edan tenan! Onana selama ini sudah menunjukkan kepada fans Emyu, mengapa mereka tidak pernah menyukainya. Malam ini sekali lagi Onana menunjukkan kepada fans Emyu bahwa pendapat mereka itu memang tidak salah! Hahaha…
Pada gol pertama, Onana berdiri dekat tiang dekat. Vernam lalu menembak ke sudut tiang dekat. Penulis terperanjat, mengapa Vernam tidak menembak ke tiang jauh yang lebih bebas?
Penulis lalu tersenyum, itulah sebabnya Vernam bermain di kompetisi Divisi Empat bersama Grimsby. Kalau ia memilih tiang jauh, mungkin ia sudah bermain bersama ManCity, Liverpool atau Arsenal.
Reaksi Onana terhadap tendangan Vernam itupun cukup aneh. Ia segera menjatuhkan badannya ke kanan untuk mentip bola, padahal jaraknya sangat dekat dengan tiang gawang. Gak bahaya tah? Kalau meleset, kepalanya bisa membentur tiang gawang dan geger otak, tapi Onana tak takut!
Bola sebenarnya sudah mengenai jari Onana, tapi tetap meluncur masuk gawang. Pada proses tendangan penalti selanjutnyapun, Onana tiga kali bisa membaca arah bola. Jarinyapun sudah mengenai bola, tapi bola tetap masuk ke gawang. Ada apa denganmu Onana?
Tampaknya Onana fokus melatih kekuatan tangannya pada bisep/lengannya saja. Sendi pergelangan tangan dan jari-jarinya seperti kurang kuat. Padahal banyak kiper yang bisa membuang bola dengan bertumpu kepada jari tangan. Tentu saja mereka tidak akan berani menahan, melainkan dengan membelokkan arah bola saja. Atau menggantinya dengan kepalan tangan untuk meninju bola.
Kalau penulis jadi kiper yang menghadapi situasi tersebut, paling aman sih dengan menendang bola pakai kaki. Apalagi bolanya menyusur tanah. Kalau meleset paling sial dengkul kena tiang gawang, gak sampai geger otak. Oalah, ternyata Onana lebih memilih mengorbankan kepalanya daripada dengkulnya…