Polemik Rencana memblokir game Roblox di Indonesia: Antara Perlindungan Anak

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan untuk memblokir game Roblox, sebuah platform permainan daring populer yang banyak digemari anak-anak dan remaja. Wacana pemblokiran ini muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap dampak konten digital terhadap generasi muda.

Alasan Potensial Pemblokiran

Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pemerintah terkait kemungkinan pemblokiran Roblox:

  1. Konten Kekerasan

Roblox memungkinkan penggunanya membuat game sendiri. Namun, sebagian di antaranya menampilkan adegan perkelahian dan kekerasan yang dianggap tidak sesuai untuk anak-anak.

  1. Risiko Eksploitasi Anak

Pemerintah menyoroti potensi eksploitasi anak di game ini, terutama karena interaksi daring sering kali sulit diawasi.

Dampak Psikologis dan Kecanduan

Ada kekhawatiran bahwa penggunaan Roblox secara berlebihan dapat menimbulkan kecanduan serta dampak psikologis negatif bagi anak-anak.

  1. Kurangnya Pengawasan Orang Tua

Meski Roblox memiliki fitur parental control, kenyataannya masih banyak orang tua yang belum memanfaatkannya secara optimal.

Pernyataan Pemerintah

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk memblokir Roblox jika terbukti mengandung unsur kekerasan dan berdampak negatif pada generasi muda. Pemerintah menekankan bahwa perlindungan anak merupakan prioritas utama.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Roblox serta platform game lainnya untuk memastikan kepatuhan pada regulasi yang berlaku.

Tindakan yang Mungkin Dilakukan

Pemblokiran dapat dilakukan apabila Roblox dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk memblokir platform game online yang terbukti tidak sesuai aturan.

Alternatif Selain Pemblokiran

Menyikapi wacana ini, Asosiasi Komunitas Roblox Indonesia (AKRI) mengusulkan pendekatan alternatif. Menurut AKRI, langkah edukasi, regulasi yang jelas, dan kolaborasi antara komunitas, pembuat konten, orang tua, dan pemerintah lebih tepat dibandingkan pemblokiran total.

Komunitas Roblox menilai, regulasi yang tepat akan tetap melindungi anak tanpa mematikan kreativitas dan peluang ekonomi yang lahir dari platform ini.

Tanggapan Komunitas dan Kekhawatiran

Kekhawatiran terbesar dari komunitas kreator adalah dampak ekonomi dan kreativitas. Banyak developer lokal yang telah menghasilkan karya berkualitas sekaligus memperoleh penghasilan dari Roblox. Jika pemblokiran dilakukan, peluang ini bisa hilang begitu saja dan merugikan ekosistem digital kreatif di Indonesia.

Tinggalkan Balasan