Mungkin Anda pernah dengar istilah NFT Seni Digital Kekinian, diucapkan oleh anak muda Gen Z yang antusias, atau bahkan dibahas sekilas di televisi. Tapi, apa sebenarnya NFT itu? Kok bisa ya, gambar monyet kartun digital laku sampai miliaran rupiah? Tenang, artikel ini akan membahas NFT dengan bahasa sederhana, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari Bapak dan Ibu Baby Boomers, Kakak dan Adik Milenial dan Gen Z, sampai ke keponakan Gen Alpha yang sudah melek teknologi. Anggap saja kita lagi ngobrol santai sambil minum kopi di Surabaya.
NFT itu Singkatan dari Apa?
NFT adalah singkatan dari Non-Fungible Token. Wah, istilahnya agak teknis ya? Gampangnya begini: “Non-Fungible” artinya tidak dapat ditukar atau diganti dengan barang lain yang sejenis. Coba bayangkan uang kertas Rp 100 ribu. Uang itu fungible, karena bisa ditukar dengan dua lembar Rp 50 ribuan, atau seratus lembar Rp 1.000-an, nilainya tetap sama. Nah, NFT ini kebalikannya. Setiap NFT itu unik dan tidak bisa ditukar begitu saja dengan NFT lain, meskipun terlihat mirip.
Terus, Bentuknya Apa Dong?
NFT ini seperti sertifikat digital kepemilikan untuk sebuah aset digital. Aset digitalnya bisa bermacam-macam:
Gambar atau Foto: Seperti lukisan digital, foto hasil jepretan, atau bahkan meme lucu.
Video: Klip video pendek, animasi, atau rekaman momen spesial.
Musik atau Audio: Lagu, efek suara, atau rekaman podcast.
Item dalam Game: Karakter, senjata, atau tanah virtual di dalam permainan online.
Barang Koleksi: Kartu olahraga digital, tiket acara langka dalam bentuk digital.
Jadi, ketika seseorang membeli NFT sebuah gambar, dia sebenarnya membeli “sertifikat” digital yang membuktikan bahwa dia adalah pemilik dari gambar digital tersebut. Gambar aslinya tetap bisa dilihat atau diunduh oleh siapa saja di internet, tapi kepemilikannya tercatat secara aman di teknologi yang namanya blockchain (semacam buku besar digital yang tidak bisa dipalsukan).
Apa Bedanya dengan Koleksi Biasa?
Kalau Bapak atau Ibu dulu suka mengoleksi perangko atau kartu telepon, nah NFT ini mirip, tapi dalam bentuk digital. Bedanya, koleksi fisik bisa rusak, hilang, atau dipalsukan. NFT yang tercatat di blockchain lebih aman dan mudah untuk diverifikasi keasliannya. Jadi, kalau ada NFT gambar langka, semua orang bisa melihat bahwa “sertifikat” kepemilikannya sah dan dimiliki oleh orang tertentu. Ini seperti tanda tangan digital yang unik dan tidak bisa ditiru.
Kenapa Bisa Mahal?
Nilai sebuah NFT bisa mahal karena beberapa hal:
Keunikan: Semakin unik sebuah NFT, biasanya harganya semakin tinggi. Misalnya, NFT dari karya seni digital edisi terbatas.
Popularitas: Kalau banyak orang yang menyukai dan menginginkan sebuah NFT (misalnya, karena dibuat oleh artis terkenal atau bagian dari proyek komunitas yang kuat), harganya bisa naik.
Kegunaan: Beberapa NFT memberikan keuntungan atau akses khusus kepada pemiliknya, seperti akses ke komunitas eksklusif, event tertentu, atau fitur dalam game.
Spekulasi: Seperti barang koleksi lainnya, harga NFT juga bisa naik turun tergantung pada minat pasar.
Apakah NFT Aman?
Seperti halnya investasi atau koleksi lainnya, NFT juga punya risiko. Harga NFT bisa sangat fluktuatif (naik turun dengan cepat), dan ada juga risiko penipuan. Penting untuk melakukan riset (cari tahu informasi sebanyak mungkin) sebelum membeli NFT dan hanya menggunakan platform yang terpercaya. Ingat pepatah Jawa, “alon-alon waton kelakon” – pelan-pelan asal selamat.