Xavi Simons Bergabung, Tottenham Hotspur Diam-diam Menghanyutkan

Bursa transfer pemain pada musim panas akan segera berakhir. Walau demikian Xavi Simons Bergabung, klub-klub mapan di Liga Inggris masih mencari celah untuk memanfaatkan waktu-waktu terakhir sebelum bursa transfer pemain berakhir.

Misalnya, Arsenal yang terbilang salah satu tim yang aktif belanja. Edisi terakhir yang direkrut Arsenal sebelum bursa transfer pemain berakhir adalah Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen. Chelsea juga berhasil mendapatkan Facoundo Buonanotte dari Brighton sebagai pemain pinjaman dengan opsi dibeli.

Lalu, setelah melewati spekulasi yang agak lama, Chelsea pada akhirnya mendapatkan tanda tangan Alejandro Garnacho dari Manchester United. Kehadiran pemain asal Argentina tersebut bisa memperkuat lini depan Chelsea yang sudah diisi oleh beberapa pemain bintang.

Barangkali hal yang mungkin di luar pantauan adalah langkah Tottenham Hotspur. Tim yang mengakhiri musim lalu di posisi ke-16 Liga Inggris tetapi kemudian menjadi juara Piala Liga Eropa juga melakukan pembenahan.

Pembenahan ala Tottenham tak begitu menarik perhatian. Diam-diam tetapi bisa menghanyutkan dan sekaligus mengejutkan. Setelah melakukan langkah pemecatan Ange Postecoglou dari kursi pelatih, Tottenham memilih Thomas Frank sebagai pengganti.

Sekadar catatan bahwa Postecoglou dipecat setelah mempersembahkan trofi Piala Eropa. Trofi itu mengakhiri paceklik gelar Tottenham sekaligus menguatkan reputasi Tottenham di kota London, terlebih khusus di hadapan muka tim-tim sekota seperti Arsenal dan Chelsea.

Nama Frank yang dipilih Tottenham sebagai pengganti Postecoglou sudah tak asing lagi di sepak bola Liga Inggris. Frank pernah digadang-gadang sebagai suksesor dari Erik Ten Hag di Manchester United hingga menjadi pengganti pelatih Inggris setelah era Gareth Southgate. Oleh sebab itu, pilihan Tottenham cukup beralasan lantaran Frank sudah mempunyai reputasi yang tak diragukan lagi di Liga Inggris.

Sejauh ini, pilihan Tottenham itu berbuah hasil. Kendati Tottenham kalah dengan cukup mengecewakan dari PSG pada Piala Super Eropa, tetapi sejauh ini perjalanan tim yang berjuluk “The Lilywhites” ini cukup meyakinkan di Liga Inggris. Dua laga dengan dua kemenangan, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 kontra Manchester City pada pekan ke-2 lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu.

Dari dua laga tersebut, Tottenham mencatatkan lima gol, dan belum kebobolan. Tottenham hanya kalah jumlah gol dari Arsenal yang berada di posisi puncak. Karena itu, tak berlebihan jika menyatakan bahwa Tottenham sementara berada di tangan yang tepat.

Di balik penentuan Frank sebagai pelatih kepala, Tottenham juga melakukan pembenahan skuad. Pemain andalan asal Korea Selatan Son Heung-min dibiarkan untuk pergi dari Tottenham. Padahal, kalau ditimbang secara baik, Son masih bisa berkontribusi untuk Tottenham.

Lalu, Frank coba membangun timnya dengan skuad yang tersedia. Richarlison yang dibeli dari Everton pada awal musim lalu “dihidupkan” lagi oleh Frank. Guna melengkapi performa Richarlison sebagai penyerang tengah, Tottenham membeli Mohamed Kudus dari West Ham. Kudus termasuk salah satu penyerang bernaluri gol di Liga Inggris.

Kudus yang beroperasi di sisi sayap kanan dan Brennan Johnson di sayap kiri melengkapi Richarlison yang bermain sebagai penyerang tengah. Sejauh ini, Richarlison sudah mencetak 2 gol dan 1 asis. Lalu, Johnson sudah menyumbangkan 2 gol termasuk salah satu gol ke gawang Man City. Pendek kata, wajah trio penyerang Tottenham terlihat berbeda dan perlu diwaspadai.

Menjadi kian menarik tatkala Tottenham mampu mendapatkan Xabi Simons dari Red Bull Leipzig. Simons sebelumnya dikaitkan dengan Chelsea. Akan tetapi, Chelsea tak bisa memenuhi permintaan harga yang ditetapkan oleh Leipzig. Belum lagi kondisi Chelsea di mana harus memenuhi tuntutan UEFA jika melakukan transfer pemain.

Pasalnya, Chelsea sudah membeli beberapa pemain baru. Di balik itu, Chelsea terlihat surplus pemain. Akibatnya berdampak pada jumlah gaji pemain dan pendapatan klub yang bisa tak seimbang apabila melakukan pengeluaran lewat pembelian pemain.

Sebaliknya, Tottenham belum mengalami kendala keuangan. Ditambah lagi, Tottenham sangat membutuhkan gelandang serang sejak James Maddison menderita cedera. Maddison terbilang pemain yang rentan cedera sejak bergabung dengan Tottenham dari Leicester City pada musim lalu.

Kehadiran Simons tak hanya menggenapi trio penyerang, tetapi juga menjadi solusi dari kebutuhan gelandang serang atau pun pemain bernomor 10.

Tottenham sebenarnya sangat membutuhkan gelandang serang. Sebelum mendapatkan Simons, Tottenham gagal mendapatkan Eberechi Eze dari Crystal Palace. Tottenham ditelikung oleh Arsenal ketika kata sepakat antara Tottenham dan Eze sudah makin dekat.

Jadinya, Eze lebih memilih Arsenal, yang nota bene saingan sekota Tottenham dan klub masa kecil Eze. Padahal, kalau ditimbang Eze lebih berpeluang mendapatkan jam regular bermain dengan Tottenham daripada dengan Arsenal yang sudah mempunyai beberapa pemain bertipe gelandang serang.

Tinggalkan Balasan